Selasa, 27 April 2010

 Aku bosan harus  begini terus, rasanya otak ini tak bisa lagi untuk berfikir jernih, kaku untuk bergerak, dunia ini begitu hambar, pusing setiap waktu.

Hari2 ku, harus dijalani sendiri & selalu sendiri, aku ga" diberi waktu keluar rumah, bukan hanya untuk bermain, pulang lama dari sekolah pun udah di pertanyakan. Kalau mau sekolah bukan begitu cara mendidiknya, setiap manusia perlu refreshing untuk santai sejenak. Teman2 segan datang ketempatku, mereka selalu ditanya, " anak siapa ?, tinggal dimana ?, kelas berapa ?, kalau mereka datang, itu2 saja yang ditanya kalu mereka datang, karena itu mereka ga mau lagi datang.




Gimana coba, aku anak laki2 masa jadi kuper gini, ga" maulah selamanya harus begini, emang aku penjahat harus dikurung terus-menerus. jadi ga ada yang bisa dilakukan untuk menghibur hati, setiap hari harus kerja & kerja, pulang kuliah cuci piring, menyapu, & mengepel, untuk istirahat saja ( tidur siang ) ga pernah tenang, belum terlelap udah dipanggil2 sampai2 di kamar mandipun.


Kadang untuk sedikit menghibur hati, aku beralasan pergi ke warnet mencari tugas kuliah, tapi sampai disana yang di buka facebook, kapanlagi.com, you tube, & percantik blog. Kepala makin pusing, setiap habis online bayarannya sampai uang dikantong blas kosong, pernah juga mengutang disana, semua itu demi menghibur diri & lari dari perintah kerja di tempat saudara ini. bukan maksud untuk bermalas2an, tapi terus - menerus disuruh2 jadi jengkel. Aku juga berperasaan, inisiatiflah, ga harus disuruh2 juga pasti ku kerjakan itu udah kewajibanku yang menumpang. harus nya mereka juga dong paham sedikit jiwa anak muda, tolong beri aku sedikit waktu untuk tenang.
Kerjaanya memang ga berat cuma cuci piring, cuci kain lap, menyapu, mengepel, bersihin kebun di belakang rumah tiap sore yang ga tahu harus bersih gimana lagi. Semua jadi terasa berat mengerjakannya kalau melihat wajah2 ke2 suami - istri saudaraku itu. Tatapnya selalu sinis, seperti bosan atau benci mungkin menyesal menyuruh aku tinggal di rumah mereka.

Memang mereka bosan, karena kerjaanku itu2 saja, harus apa lagi, ke ladang mereka yang jauh itupun ikutnya aku kerja. Jangan terlambat sedikit mengerjakan pekerjaan pasti kena cerewetin seharian penuh dan rasanya tersindir sekali.

Mereka memeriksa tugas apa yang yang dikerjakan dari warnet, cara mengatasinya mudah, tinggal tunjukin saja foto copi soal dari sekolah kemarin, mereka pasti langsung percaya, dasar bodoh....
Pernah sekali terlambat ujian semester, itu juga kena ceramahin paginya, karena terlambat bangun & ga shalat subuh, mereka memang jarang bangunin aku, mereka biarkan dulu lama bangunnya, kemudian udah terlambat baru ditindak. Tidur siang pun gitu, gimana mau bangun, hp untuk alarm pun ga ada lagi, alarm ku cuma nyamuk, kalau obat nyamuk udah habis, nyamuk akan menyerang, berarti sudah pagi. cuaca yang dingin bikin enak rasanya tidur terus. Suami - istri itupun sering berantam, ngomongnya pun anjing, bodat, binatang, ga punya otak, sampai lempar2an batu, untung ga ada yang kena.
Kalau ada barang atau perkakas dapur mereka yang rusak aku terus disalahkan, memang aku pelakunya, tapi bukan karena ada niat ingin merusak, perkakas mereka sendiri yang harus diganti, dari zaman kuno sampai sekarang apa perkakas itu harus tahan lama. Yang bencinya aku dituduh merusak pintu rumah, sumpah bukan aku pelakunya & kalau ada duit mereka yang hilang, pasti melirik aku, tolong.....bukan aku....
Sekali ketahuan bohongku, alasan aku ke warnet cari tugas, lalu mereka cari kesana, eh.....aku ga ada, benar malam itu aku jalan keliling kota tapi baru kali ini ko", pengen melihat kota Padang sidimpuan malam hari. Trus di interogasi habis2an tetap saja aku ga ngaku, & sampai; ketahuan pulang pagi, itu karena tetangga yang melapor, juga beralasan habis lari pagi, padahal aku & teman2 satu malaman online. Aku dituduh, kalau aku yang mengajari anak2 kost itu pulang malam, apa sangkut - pautnya, aku sma mereka kalau bareng mereka cuma kewarnet & pulang paling lama jam 11, selain itu aku ya ga tahu kemana mereka.

Kalimat2 yang terus - menerus diulang2 jika mereka marah, kata mereka gini " kos sajalah kau, bosan aku melihat mukamu di rumah ini, kerjamu pun ga seberapanya, kau pikir aku yang mencari makan mu, kau pikir aku pembantumu, mau mengerjakan kerjamu, capek aku memasakkan nasimu, orang di rumah ini tinggal bayarannya 750 ribu sebulan, kalau kau gratisnya, tahu kau si Lis dulu memasak lagi, kerjamu baru gitu saja, sampai diceritain ke kedai tempat dia menebar gosip itu ". Emosiku rasanya tak tertahan lagi jika dikatain berlebih2an, siapa coba yang ga sakit hati..?, selama ini aku ga pernah berharap kerjaanku harus mereka kerjakan, sekali lagi itu sudah kewajibanku. Tapi emang ga pernah nya mereka kerjakan, kecuali memasak, sumpah aku ga pandai masak, kadang cuma disuruh jaga masakan biar ga gosong eh...malh angus, udah dikerjain pun tetqap saja salah, yang disuruh istrinya membendung parit agar air parit kalau hujan ga membanjiri kebun mereka. masih saja saja salah kata suaminya " jangan timbun nanti longsor juga juga, tak kau liat itu ". Yang mana sih harus diikuti, aku udah capek angkat tanah itu pakai ember cat, disuruh cuci kain lap, kain lap itu kotor abis tentu dong perlu sabun, katanya " jangan boros2 ". Banyak banget aturannya. 

Kalimat yang sakit itu kalau dibilang " kau disini ga bayar makan ". Apakah harus samapi begitu, kalimat itu emang benar, emang aku salah apa saja. Dikatain lagi kalau nanti waktu sidang kuliah atau mengambil pegawai, apakah orangtua ku mampu membiayainnya ?.
Masa2 lalu selalu di kilas balik, katanya : mereka yang membiayai aku keluar dari rumah sakit waktu aku dilahirkan, aku ga pernah tahu hal itu, nanti akan aku tanya sama mamaku benar atautidak. Mereka selalu bilang setelah aku tinggal di rumah mereka, baru orang tua ku mau mengirim uang sekolah, ( jadi sebelum tinggal disini & sejak kecil siapa yang membiayai hidupku, udah jelas orang tua ku ). Katanya lagi nih selama di rumah mereka nilai sekolah ku bertambah baik. Mungkin nilai itu rahmat dari ALLAH, selama ku kuliah ini aku ga pernah konsentrasi, ga connect kepelajaran & ga pernah menyelesaikan tugas kuliah. Jika ditanya kembali keawal apa yang sudah dipelajari, mungkin aku gigit jari dengan muka lesu bilang " tidak tahu ". Dikampus aku selalu berdiam diri, kadang sedikit ikut bercanda trus diam lagi, sampai teman 1 kelompok ga tahu namaku.

belum pernah aku alami menjalani sekolah seperti ini, padahal niatku udah bulat & tekadku demi masa depan hanya untuk sekolah, tapi pikiran, hati, jiwa & perasaan ga pernah tenang, melihat wajah2 kedua suami - istri yang menjengkelkan itu, mereka cuma ingin dipuji - puji, & dibangga - banggakaan. Niat ku juga sebelum datang kemari, untuk bertemu orang tua lelaki ( ayah ku ) yang sudah lama meninggalkan aku, apakah ayah masih mau memberi kasih sayang. Waktu aku datang ayah baru kecelakaan, isak tangis yang tak tertahan lagi karena kerinduaan, air mata mengucur deras di pelupuk mata, aku sadar inilah ayahku sebenarnya. Kami mulai cek - cok, awalnya aku minta dikirimin pulsa, padahal waktu itu dia lagi sakit & ga punya duit. Aku memang ga tahu kalau ayah lagi sakit, akumemang egois apa yang harus kuminta harus ada, tentu dia marah & sejak itu kami ga ada komunikasi lagi, dan kudengar2 kalau ayahku itu sering ribut dengan istrinya ( ibu tiriku ) dan ayah sering mabuk2 an.

Dari sini aku melihat ayah ku begitu liar, sepertinya ga mikirin rumah tangganya ( mengurus keluarga mereka ), & dari sana ku lihat mamaku selalu di salahkan oleh ayah tiriku, mama selalu menangis mendengar kata2 kasar yang dilontarkan ayah tiriku. Kenapa begini....?.
Udah pasti ga betah disini lagi, aku mau keluar, pulang kerumah orang tua & menceritakan semuanya, tapi karena menunggu uang dari teman yang membuat lama.

NB : 
1. Satu hal yang selalu jadi pertanyaan, apakah orang tuaku nanti percaya lagi sama ku?........( sedangkan masa SMA ku pernah berantakan ).
2. Apakah kuliah ku masih berlanjut ?.........( kalau tidak haruskah kembali merantau ).


0 Comments:

Post a Comment



Blogroll

Siti

Siti

Apa ini

teks jalan

kampung pajak desa tercinta, tempat yang banyak menyimpan kenangan
Selamat datang di blog anak kampung pajak

By :
Free Blog Templates